Wow Tak Sampai 20 Menit, Charger Nirkabel Xiaomi Mampu Isi Penuh Baterai 4.000mAh

Wow Tak Sampai 20 Menit, Charger Nirkabel Xiaomi Mampu Isi Penuh Baterai 4.000mAh

Sharing62 - Sepertinya besutan merk HP Xiaomi pada tahun ini mendapatkan ciri khas nya sendiri dengan menerbitkan Charger Nirkabel Xiaomi yang mampu isi penuh baterai 4.000mAh hanya dengan kurang lebih 20 menit saja, Sungguh gila bukan? 

Wow Tak Sampai 20 Menit, Charger Nirkabel Xiaomi Mampu Isi Penuh Baterai 4.000mAh 

Melansir Engadget, Xiaomi mendemonstrasikan pengisian daya nirkabel 80 watt yang dapat mengecas penuh Mi 10 Pro yang memiliki baterai 4.000 mAh hanya dalam waktu 19 menit. Untuk mencapai 50 persen saja, waktu yang dicapai adalah separuhnya yakni 8 menit.

Dengan ini, Xiaomi berhasil mengalahkan seluruh sistem pengisian cepat nirkabel dari kompetitornya, bahkan lebih cepat dari sebagian besar pengisian kabel.

Sebagai perbandingan, Apple telah memperkenalkan pengisian daya nirkabel 15 watt bersama iPhone 12. Milik Xiaomi punya tenaga 5 kali lebih besar dan lebih cepat.

Sebelumnya, AirVOOC 65W dari Oppo adalah yang tercepat dengan hanya butuh waktu 30 menit saja untuk mengisi daya secara nirkabel. Namun teknologinya belum tersemat di smartphone apapun.

Xiaomi sendiri masih jadi yang tercepat di sektor nirkabel, dengan pengisian daya 50W milik Mi 10 Ultra yang bisa mengecas penuh secara nirkabel dalam 40 menit saja.

Pentingnya Daya Tahan Baterai

Baterai jadi salah satu faktor utama penentu seseorang dalam membeli smartphone. Kapasitas baterai saat ini kerap lebih diutamakan ketimbang desain. Hal ini terlihat dari banyak desain smartphone yang makin menebal.

Dengan baterai yang besar, diyakini bahwa smartphone akan tahan lama untuk dipakai seharian. Kendati demikian, baterai dengan kapasitas besar tidaklah cukup. Konsumen perlu mempertimbangkan masa pakai baterai. Masa pakai baterai sendiri dipengaruhi siklus penggunaan dan pengisian daya dari kosong hingga penuh.

Rata-rata industri saat ini, angka siklus pengisian baterai mencapai 750-800 kali sebelum kualitas baterai menurun dan tidak bisa mencapai kapasitas awal. Hal inilah yang membuat munculnya keluhan baterai cepat habis.

Sadar akan hal ini, perusahaan teknologi Xiaomi belum lama ini pun meluncurkan teknologi baterai usia panjang pada Redmi 9c. Perangkat seharga Rp 1,4 jutaan ini diklaim memiliki angka siklus pengisian daya hingga 1.000 kali. Nah, berikut ini alasan teknologi baterai berusia panjang perlu menjadi pertimbangan dalam memilih smartphone.

1. Mendukung Produktivitas

Baterai usia panjang akan membantu pengguna untuk terus produktif baik untuk dipakai belajar, terhubung dengan keluarga serta rekan, hingga aktivitas lainnya.

Dengan baterai yang usianya panjang, pengguna tidak perlu risau dengan kemampuan baterai smartphone mereka.

2. Investasi

Tidak semua orang bisa berganti smartphone setahun sekali. Apalagi, mereka yang memiliki dana terbatas, perlu membuat keputusan tepat dalam membeli perangkat.

Angka siklus pengisian baterai sebesar 1.000 kali pada Redmi 9C berarti perangkat ini setidaknya bisa dipergunakan hingga 4 tahun dengan kondisi yang optimal dengan pengisian normal.

3. Dukungan Perangkat Lunak

Dengan perangkat operasi MIUI 12 yang terpasang pada Redmi 9C, perangkat ini memiliki sejumlah fitur yang akan membantu pengguna untuk mengoptimalisasi kinerja perangkat dan menghemat penggunaan baterai.

Kemampuan software untuk diagnostik aplikasi yang berjalan di background serta mengingatkan fitur seperti Bluetooth bila tidak digunakan sangat berpengaruh pada kinerja baterai perangkat.

Posting Komentar

0 Komentar